Sabtu, 02 Januari 2016



Things that I’ve found in my last holiday,
Dua minggu sudah liburan terlewati. Tahun baru dan hari natal, juga seakan sudah mulai terlupa. Mengingat hari ini adalah hari minggu, sedikit aneh rasanya jika hanya berdiam diri di rumah. Memang sih, saya bukanlah tipikal  orang yang hobi travelling dan jalan- jalan ke mall atau café hitz seperti anak anak muda zaman sekarang. Lebih enak menenangkan diri di rumah karena saya juga pribadi orang yang suka dengan ketenangan dan tempat sepi.
namun mengingat bahwa besok sekolah sudah dimulai, saya harus keluar untuk membeli beberapa alat tulis, yah hitung-hitung sambil jalan jalan keliling kota lah…
Firstly, saya enjoy aja. Saya coba pakek yang 30 km/jam (kecepatan motor saya maksudnya hehe). Biasanya saya pakek yang 50- 60 km/jam. Saya gak suka naik motor lambat. Namun rasanya mungkin memang perlu dicoba sambil memperhatikan sekeliling ada apa saja. Setelah beberapa menit saya berkendara ada banyak sekali yang saya temukan dan memang jarang diperhatikan oleh orang-orang termasuk saya sendiri.
Jalanan lebih indah dipandang pada pagi hari, sepi dan tenang.
Melihat awan?
Ya, terkadang dengan cuaca panas yang hebat kita sangat malas menengadah. Namun, cobalah berhenti sebentar dari perjalanan yang kamu lalui dan lihatlah langit biru yang ada di atas, terkadangmenarik untuk di foto. Beserta jalanan ya mungkin….
Many people in rush..
Saat saya hanya memacu motor saya dengan kecepatan 30 km/jam udah ada beberapa motor yang mengklakson saya. Tanpa kita sadari banyak dari orang – orang ini yang dalam keadaan terburu buru setiap harinya. Meskipun itu hari Minggu, suasana tahun baru bahkan jam 1 siang sekalipun mereka terlihat terburu buru seperti akan ketinggalan tiket kereta.
Urban..
Oke ini yang paling menarik, karena toko alat tulis yang sering saya datangi tutup (awalnya saya lupa hari ini hari Minggu) saya pun datang ke salah satu toko di pinggir jalan dekat pasar yang sudah sangaaaaaaaaaat lama. Sejak ibu saya masih kecil, beliau sering membeli berbagai peralatan tulis di sana. Toko yang masih eksis itu saya kira sudah tak banyak pembeli yang membeli peralatan tulis di sana, karena kebanyakan orang memilih supermarket. Saya pun terakhir ke sana saat masih sd, berarti sekitar 6 tahunan yang lalu…
Penjualnya dulu sepasang kakek dan nenek dengan wajah orang asing, seperti orang Belanda. Bicaranya masih khas dan pendengaranya pun juga sangat tajam. Biasanya para lansia akan kehilangan pendengaranya dengan mudah namun entah kakek dan nenek ini kenapa masih oke aja pendengaranya. Hanya saja sekarang diganti oleh anaknya, kini toko itu juga lebih banyak menjual matras. Yah, mungkin memang toko stationery mulai jarang dijumpai dan bisnis stationery kurang menjajikan pula, hanya akan ramai pada awal semester.
So, this holiday is totally short I supposed. I trapped in my illness for 1 week and got an accident before, that’s why I have nothing that I can tell about my holiday..
Thought I will be so busy in this semester, make me gasp so great…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar